Sempur, dulu dan sekarang

Agustus 11, 2008

Minggu pagi kemarin, setelah berjuang bertahun - tahun sejak pacaran, istri saya (ehm..udah punya istri sekarang ) akhirnya berhasil juga memaksa saya untuk olahraga pagi. Itu semua karena tumpukan lemak yang udah mulai menggantung di sekitar perut yang makin bertambah banyak. Sejak lulus kuliah berat badan naek sekitar 17 kg. Dan yang paling keliatan tentu saja di sekitar perut. Kalau diliat-liat kaya orang hamil 6 bulan.

Sebelumnya kalau hari Minggu pagi, pulang shalat subuh di mesjid saya ngelanjutin tidur yang tertunda.

Bangun paling sekitar jam 8. Pernah juga berapa kali lari pagi bareng temen2. Selain lari pagi kita juga sekalian cuci mata liat cewek2 dari seluruh penjuru Bogor…Astagfirullah…masa lalu yang penuh jahiliyah. Tapi udah hampir 3 tahun saya ga pernah lari pagi lagi.

Dari rumah kami jalan kaki menuju ke lapangan sempur yang udah terkenal sebagai tempat lari pagi buat orang2 Bogor. Di lapangan sempur, saya dulu biasanya lari mengelilingi lapangan yang cukup luas itu. Pernah juga dulu ngadu fisik sama Ekky temen saya, kita ngadu siapa yang paling kuat lari  keliling lapangan nonstop. Akhirnya dia bisa lari 15 keliling nonstop sedang saya cuma bisa 12 keliling saja.

Jarak dari rumah ke lapangan sempur sekitar 4 km. Tapi pas sampai sana, yang ada kami cuma bisa bengong aja. Boro- boro mau lari, kita mau jalan keliling lapangan aja udah susah banget. Sekarang lapangan sempur udah jadi pasar kaget. Di kiri kanan banyak banget yang jualan. Dari makanan, sendal, sepatu, baju, DVD, sampe ke celana dalem juga ada. dan harganya pun miring banget.  Dulu yang jualan memang udah banyak, tapi ga kebayang sampai segitu banyaknya sekarang. Akhirnya kita cuma jalan-jalan aja keliling lapangan sambil liat-liat apa yang bisa dibeli. Hasilnya cakwe 10 biji n sendal jepit buat pijat refleksi kita bawa pulang.

Sambil jalan kaki pulang saya bilang ke istri, minggu depan kalau mau ke sempur lagi, kita list dulu kira - kira barang yang mau kita beli, siapa tahu dapet disana.


Good Advice

Agustus 11, 2008

Waktu mau nikah kemarin, saya dapet advice yang…Subhanallah…bagus banget dari seorang rekan.

1. KETIKA AKAN MENIKAH
Janganlah mencari isteri, tp carilah ibu bg anak-anak kita
Janganlah mencari suami, tp carilah ayah bg anak-anak kita.

2. KETIKA MELAMAR
Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis,
tetapi meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si gadis.

3. KETIKA AKAD NIKAH
Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu,
tetapi menikah di hadapan Allah

4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN
Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoa’kan anda, karena anda
harus berfikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda
berfikir untuk BERCERAI karena menyia-nyiakan do’a mereka.

5. SEJAK MALAM PERTAMA
Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan
sepasang malaikat.

6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan
bertabur bun ga, tp jg semak belukar yg penuh onak dan duri.

7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin
erat berpegang tangan

8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK.
Cintailah isteri atau suami anda 100%

9. KETIKA TELAH MEMIKI ANAK.
Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda,
tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan
cintai anak-anak anda masing-masing 100%.

10.KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM MEMBAIK.
Yakinlah bahwa pintu rizki akan terbuka lebar berbanding lurus
dengan tingkat ketaatan suami dan isteri

11.KETIKA EKONOMI MEMBAIK
Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi
kita semasa menderita

12.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk
bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan
pertolongan Anda.

13.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi
selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.

14.KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang
tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah
orang tua yang jujur kepada anak .

15.KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau
bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak
didengar oleh orang tuanya.

16.KETIKA ADA PIL (PRIA IDAMAN LAIN)
Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.

17.KETIKA ADA WIL (WANITA IDAMAN LAIN)
Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.

18.KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA
Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses
pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.

19.KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS
Gunakanlah formula 7 K
1 Ketaqwaan
2 Kasih sayang
3 Kesetiaan
4 Komunikasi dialogis
5 Keterbukaan
6 Kejujuran
7 Kesabaran

Semoga ALLAH Subhanallaahu Wa Ta’ala memasukkan kita ke dalam golongan orang - orang yang mendapatkan rahmat dan hidayah-NYA…AMIN


CINTA RASULULLAAHI SHALALLAAHU ALAIHI WASALAM…

Juli 14, 2008

Sepertinya nggak akan pernah bosan-bosan kalau membaca yg satu ini…
untuk mengingatkan kita…

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.

“Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,

“Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,

“Siapakah itu wahai anakku?”

“Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam,

Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.

“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu, ” kata Jibril.

Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam lega, matanya masih penuh
kecemasan.

“Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jibril lagi.

“Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”

“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

“Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.”

Perlahan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

“Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pada Malaikat pengantar wahyu itu.

“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.

“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.” Badan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.

“Uushiikum bis-shalaati, wa maa malakat aimaanukum - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”

Diluar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam yang mulai kebiruan.

“Ummatii, ummatii, ummatiii!” - “Umatku, umatku, umatku”

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.

Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa baarik wa sallim ‘alaihi.

Betapa cintanya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam kepada kita.

Ya nabi salam alaika, ya rasul salam alaika

Ya nabi salam alaika, shalawaatullaahi alaika

- Gatot Subroto, July 14, 2008 13.04 PM -




My New Life

Juli 10, 2008

Alhamdulillah…

Dien saya lengkap sudah

Sekarang tidak takut lagi menjadi fitnah

Karena semua telah menjadi ibadah

Alhamdulillah…

Sekarang saya telah diberi amanah

Untuk membina keluarga yang sakinah mawadah warahmah

Semoga ini semua menjadi berkah

Amin…

DORRR!!!!

DORRR!!!!


Hati-hati PT Tipu-tipu (katanya sih…)

Juni 19, 2008

Alhamdulillah…segala puji hanya bagi ALLAH.

Kemarin sekitar jam satu siang, saya mendapat telpon dari seseorang yang menyebutkan dia dari perusahaan X (namanya saya agak tidak jelas, karena kebetulan saya sedang di tempat yang ramai). Dia bilang bahwa saya dipanggil untuk interview hari Kamis jam 10 pagi. Tempatnya di Gedung IDX Jl. Jend. Sudirman Menara 2 Lantai 29. Saya diminta untuk membawa CV dan bertemu dengan Bpk Cinos. Kemudian ia juga memberikan nomor HP Bpk Cinos itu di 081384461xxx.

Sambil dia berbicara, saya coba ingat2 kapan saya mengirim lamaran ke perusahaan tersebut. Kebetulan kemarinnya lagi saya memang mengirimkan beberapa lamaran lewat jobitcom.com. Akhirnya setelah ia bicara panjang lebar, dan tanpa curiga apa-apa saya bertanya apakah saya bisa diinterview di hari lain, karena saya jelaskan bahwa saya sudah bekerja dan kebetulan hari Kamis saya ada meeting dengan klien. Dia bilang, coba saya cek dulu di komputer. Sebenarnya saya sedikit bingung, koq pertanyaan seperti itu dicek dulu di komputer? Apanya yang dicek? Akhirnya dia bilang, saya bisa diundur ke hari Sabtu jam 10 pagi. Tanpa curiga apa-apa akhirnya saya iyakan saja.

Setelah itu, sambil iseng-iseng saya coba browsing di internet untuk mencari tahu tentang perusahaan ini. Karena saya tidak ingat nama perusahaannya, saya ketikkan saja di Google alamat dari perusahaan itu. Dan ternyata informasi yang saya dapat cukup banyak. Tapi bukan profil yang positif dari perusahaan itu melainkan profil yang negatif. Ternyata perusahaan itu memiliki banyak nama. Diantaranya PT Maxgain International Futures (MIF), ada juga PT MIS, dll. Semua alamatnya sama dengan alamat yang saya tulis di atas tadi. Dari komentar yang saya baca, perusahaan itu bergerak di bidang investasi keuangan, akan tetapi dalam prakteknya telah banyak perusahaan yang tertipu oleh PT MIF tersebut. Dan PT MIF memang merekrut calon pelamar sebanyak-banyaknya, yang tujuannya untuk ditraining mencari klien – klien yang mau untuk berinvestasi di perusahaan tersebut. Para pencari kerja dijanjikan pekerjaan yang kelihatannya wah dengan gaji yang wah pula.

Alhamdulillah…setelah membaca informasi itu, saya yang tadinya sudah niat hari Sabtu ini akan datang, memutuskan untuk tidak jadi datang saja ke sana. Walau saya belum tahu apakah informasi yang saya terima benar atau tidak, tapi lebih baik tidak datang saja. Andai pun perusahaan itu ternyata ‘lurus-lurus’ saja, alias tidak seperti info di internet, insya ALLAH rejeki sudah diatur oleh-NYA. Mungkin belum rejeki saya untuk interview disana. Dan juga daripada jika saya datang dan ternyata benar perusahaan itu menipu, kemudian yang ada saya ngedumel dan dongkol jadi dosa buat saya juga, lebih baik di rumah saja membereskan laporan pekerjaan biar bonus tahunan yang di pending gara-gara laporan belum beres bisa keluar..hehehe .

– Pasar Minggu, 19 Juni 2008 –


Pindah rumah…

Juni 17, 2008

Ngikutin saran kang dongni, ikutan pindah ‘rumah’ ah di wordpress. Mudah-mudahan bisa lebih aktif ngeblog lagi di sini..


Hello world!

Juni 17, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


r U rEadY 4 a new Challenge?

Juni 16, 2008

Seseorang jika sudah merasa nyaman dengan kondisi yang dijalaninya sekarang, maka ia akan cenderung tidak ingin mencari tantangan baru. Itulah yang teman saya katakan tadi pagi, ketika ia akhirnya memutuskan untuk resign dari kantor kami dan pindah ke tempat kerjanya yang baru mulai awal bulan depan. Sebenarnya ia hampir saja memutuskan membatalkan rencananya itu, dengan alasan ia sudah merasa nyaman dengan pekerjaannya sekarang. Mungkin itu jugalah yang ada di pikiran saya ketika 3 minggu yang lalu saya menolak sebuah pekerjaan yang mungkin merupakan kesempatan besar untuk saya. Saat itu saya juga sedikit tidak mengerti kenapa saya bisa begitu mudahnya menolak tawaran itu. Tetapi setelah mendengar ucapan teman saya tadi, saya jadi berfikir mungkin saya memang sudah merasa nyaman dengan pekerjaan saya sekarang (walo ga nyaman-nyaman banget sih…), sehingga saya cenderung malas untuk menjalani tantangan baru di pekerjaan yang baru itu. Wah, kalau begitu itu suatu kemunduran dong untuk saya.

Sebenarnya mungkin saya bukannya malas untuk menjalani tantangan baru itu, akan tetapi mungkin belum siap untuk menghadapi tantangan yang baru lagi (siapnya kapan…?). Untuk tantangan di pekerjaan yang sekarang saya jalani ini saja, saya masih belum bisa menaklukan tantangannya. Istilahnya kalau bermain bola, masih menggocek-gocek bola untuk menyerang kemudian menciptakan gol (hehe..ga nyambung ya…gara2 demam euro sih, jadi pikirannya juga bola mulu ).

Tapi saya sedikit terhibur, masih banyak yang mendukung keputusan saya waktu itu, walau ada juga yang menyesalkan, termasuk hati kecil saya sendiri sedikit merasa menyesal juga sampai sekarang. Jika saja saat itu saya menerima pekerjaan itu, hari ini saya seharusnya sudah berada di kantor yang baru, dengan rekan-rekan yang baru pula. Sebenarnya tulisan ini pun saya buat karena rasa menyesal itu tadi.

Ah, sudahlah. Menyesal pun tidak berguna. Berandai-andai pun dilarang oleh agama. Mungkin memang inilah jalan yang harus saya tempuh dulu sampai nanti akhirnya saya siap dengan tantangan yang baru lagi, dengan pekerjaan yang baru lagi, dengan gaji yang lebih besar tentunya…hehehe


Sedang koripsikah kita…?

Juni 6, 2008

Mungkin selama ini kita benci sekali dengan yang namanya korupsi. Akan tetapi tanpa disadari sebenarnya kita juga sering sekali melakukan korupsi. Mungkin bukan korupsi uang seperti beberapa contoh kasus korupsi yang sedang diusut di pengadilan. Tetapi korupsi yang seringkali kita lakukan ialah korupsi waktu.

Pernahkah kita hitung berapa kali ketika adzan shalat berkumandang lima kali setiap harinya kita segera mengambil air wudhu kemudian melakukan shalat? Seringkali kita mengulur-ulur waktu untuk segera mengerjakan shalat dengan berbagai macam alasan. Entah itu karena sedang sibuk, di perjalanan, dan lain sebagainya. Nah untuk yang satu ini saya sendiri pun masih sering melakukannya.

Kemudian ketika bekerja, jangan-jangan kita malah lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di luar pekerjaan yang seharusnya kita lakukan. Entah itu bercanda dengan rekan sekantor, browsing internet, membaca Koran dll. Waktu yang seharusnya kita gunakan untuk bekerja, malah kita gunakan untuk hal lain di luar pekerjaan. Apakah itu tidak termasuk kategori korupsi waktu? Seperti sekarang ini, seharusnya saya membetulkan bug program eh malah posting tulisan ke blog saya. (Loh jadi ini cerita mengenai diri sendiri toh…?)

Ayo kerja…kerja….jangan nulis terus….program masih pada error tuh…


Akhirnya dapat juga buku itu

Juni 6, 2008

Alhamdulillah akhirnya dapat juga buku yang selama ini saya cari – cari. Udah lama ini saya nyari buku Sehari di Kediaman Rasulullaahi Shalallaahu alaihi wasalam karya Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim. Dan Alhamdulillahnya lagi buku itu saya dapat gratis lewat internet alias berupa e-book yang saya download dari salah satu situs islam.

Awal ketertarikan saya pada buku ini, waktu itu saya lagi di PT Sucofindo yang kebetulan klien dari kantor, dan hari itu kebetulan hari Jum’at. Pas waktunya salat Jum’at, seperti biasa di depan mesjid selalu disediakan bacaan/artikel keislaman. Waktu itu yang dibahas di artikel tersebut mengenai Canda Rasulullaahi Shalallaahu alaihi wasalam. Di situ diceritakan bagaimana Rasulullaahi Shalallaahu alaihi wasalam biasa bercanda dengan kerabat dan para sahabat beliau. Setelah membaca artikel tersebut saya jadi tertarik untuk mencari bukunya. Karena dari judulnya, menurut saya pasti isinya sebagian besar merupakan cerita mengenai Rasulullaahi Shalallaahu alaihi wasalam dalam kehidupan sehari – hari di luar tugas dakwah yang beliau lakukan. Dan ternyata dugaan saya tidak meleset. Misalkan saja selain Canda Rasulullaahi Shalallaahu alaihi wasalam seperti yang saya sebutkan di atas, pada salah satu bab ada yang membahas mengenai Akhlak dan Budi Pekerti Rasulullaahi Shalallaahu alaihi wasalam. Kemudian juga diceritakan pada bab lain mengenai Keharmonisan Rumah Tangga Rasulullaahi Shalallaahu alaihi wasalam. Nah yang ini perlu buat saya buat persiapan kalo saya udah menyandang predikat suami nanti (eh sebulan lagi ya…?^_^).

Rasulullaahi Shalallaahu alaihi wasalam merupakan kekasih ALLAH SUBHANNAHU WA TA’ALA yang akhlak dan budi pekertinya patut menjadi teladan buat kita semua. Dalam salah satu Hadits, Aisyah ra pernah ditanya, seperti apakah akhlak Rasulullaahi Shalallaahu alaihi wasalam? Dan beliau menjawab, akhlak Rasulullaahi Shalallaahu alaihi wasalam ialah Al Qur’an, karena semua perintah yang dianjurkan ALLAH SUBHANNAHU WA TA’ALA dalam Al Qur’an dilaksanakan oleh beliau. Tidak ada satu pun yang tertinggal. Cukuplah pujian ALLAH SUBHANNAHU WA TA’ALA atas beliau sebagai buktinya, ALLAH SUBHANNAHU WA TA’ALA berfirman :

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar budi pekerti yang agung” (Al-Qalam: 4).

Menurut saya kisah- kisah yang ada di buku ini cukup bagus untuk dijadikan teladan bagaimana kita menjalankan kehidupan kita sehari-hari.

Buat yang mau download e-booknya, link aja langsung disini. Selamat membaca dan meneladani kehidupan Rasulullaahi Shalallaahu alaihi wasalam.