Pengertian, Kesetiaan dan Kepercayaan

Malam tadi saya pulang larut lagi. Saya membuka pintu dan memberi salam. Terdengar jawaban salam yang pelan namun begitu indah didengar. Pemilik suara indah itu yang tidak lain adalah istri saya sendiri. Ia kemudian tersenyum dan bertanya, “Mas sudah makan?” “Alhamdulillah sudah tadi” Jawab saya. Wajahnya nampak menahan kantuk karena setia menunggu saya pulang larut lagi malam ini.

Sudah beberapa bulan ini pemilik suara indah itu setia menunggu saya pulang kerja selarut apapun. Tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab terhadap pekerjaan itu sendiriah yang membuat saya mau tidak mau harus sering bekerja sampai larut, bukan karena mengejar materi (karena memang tidak ada materi yang bisa dikejar :p).

Alhamdulillah pengertian, kesetiaan dan  kepercayaan istri saya membuat saya semangat kembali setelah penat seharian bekerja sampai larut. Dengan pengertian itu pulalah ia tidak pernah menunjukkan muka masam dan selalu tersenyum, meskipun saya tahu di dalam hatinya ia sebenarnya kesal juga dengan tuntutan pekerjaan saya yang begitu banyak. Dengan kesetiaannya, ia selalu berdoa dan menunggu saya pulang selarut apapun, meski saya tahu ia sendiri pun sudah cukup lelah juga setelah bekerja seharian di kantornya. Dan dengan kepercayaannya, ia percaya dan tidak penuh dengan kecurigaan dengan bertanya macam-macam. Cukup satu pertanyaan, “Bagaimana pekerjaannya? Sudah bereskah?”.

Dengan tiga hal itulah istri saya memberikan dukungan yang begitu besar kepada saya. Dengan dukungan yang sebesar itu pulalah saya harus dapat membahagiakan istri dan anak saya kelak, walaupun tanda – tanda kedatangan si buah hati belum hadir di tengah – tengah kami. Kebahagiaan dalam arti kata bukan berlimpah materi, tetapi berhasil membangun keluarga yang kokoh dan sejahtera, amin.

Alhamdulillah, malam ini sepertinya saya bisa pulang normal dan tidak larut. Oleh-oleh makanan kecil kesukaannya, mudah-mudahan bisa membuat ia tersenyum lebih lebar lagi, amin.

About these ads
Explore posts in the same categories: Uncategorized

3 Komentar pada “Pengertian, Kesetiaan dan Kepercayaan”

  1. Hendra Berkata

    uh, kebahagian yg udh beristri. Tp saya msh muda mas mumpung blm nikah msh bs foya2 kan gk bs bebas lg klo dah berkeluarga :p

  2. thez al fajr Berkata

    Hen, saran saya justru mumpung masih muda menabung sebanyak-banyaknya. Suka tidak suka, mau tidak mau, menikah itu membutuhkan biaya juga. Apalagi untuk kehidupan setelah menikah. Memang orang menikah pasti ada rejekinya. Akan tetapi tidak ada salahnya juga kan kita prepare dari sekarang?

  3. sri rahayu Berkata

    mang bahagia apabila sdh beristri.tp menurt bg pa arti kesetiaan yang sesungguh@


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: