Inilah Holocaust Sesungguhnya, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Holocaust, dongeng isapan jempol yang selama ini selalu didengung-dengungkan oleh Zionis Israel Laknatullah ternyata benar-benar terjadi. Dongeng yang mneceritakan adanya pembantaian bangsa Yahudi selama Perang Dunia II itu sengaja didengung-dengungkan kaum Zionis Israel untuk mendapatkan simpati dunia dan terutama sebagai legitimasi mereka untuk mencaplok wilayah Palestina. Akan tetapi pada kenyataannya, pembantaian itu bukan menimpa bangsa Yahudi seperti yang selama ini didongengkan oleh mereka, tetapi justru menimpa kaum muslim di Palestina, khususnya di Jalur Gaza. Dan pembantaian itu sedang terjadi saat ini juga!! Pelakunya? Kaum Zionis Israel yang tak lain adalah bangsa Yahudi itu sendiri!!

Seperti biasa, menjelang pemilu di Israel, nyawa dan darah-darah bangsa Palestina seolah menjadi murah. Hanya untuk alasan yang remeh, Israel membombardir warga dengan jet tempur dan tank-tank darat. Alih-alih menghancurkan gerakan HAMAS, Israel justru melakukan pembantaian massal dengan membunuhi anak-anak dan para wanita. Ini apa bedanya dengan holocaust yang selama ini selalu didongengkan oleh mereka? Malah lebih parah, holocaust yang didongengkan oleh mereka sebenarnya tidak pernah terjadi, sedangkan pembantaian bangsa Palestina saat ini benar-benar terjadi hari ini, detik ini juga. Saat ini warga Jalur Gaza hidup dalam ketakutan, setelah hampir dua tahun lamanya mereka diblokade oleh Israel, tidak mendapat bantuan pangan, obat dan sarana lainnya. Kini mereka harus bertahan menghadapi serangan demi serangan militer yang terus dilancarkan oleh Israel. Para pejuang Palestina yang merupakan pejuang dari HAMAS harus bertahan bertempur dengan persenjataan seadanya, melawan Zionis Israel yang memiliki persenjataan lengkap yang tentu saja diperoleh dari bantuan setan Amerika Serikat. Akan tetapi surutkah semangat para pejuang Palestina tersebut? Tidak!! Semangat perjuangan mereka justru semakin kuat, semangat jihad mereka semakin tebal untuk melawan kedzhaliman.

Kita sebagai sesama muslim hanya bisa menonton saja, hanya bisa menghitung jumlah korban yang jatuh setiap hari, menghitung berapa banyak bayi, anak-anak dan wanita yang harus meregang nyawa akibat serangan militer yang dilakukan oleh Israel. Dari hadist riwayat  Mughirah rhadialaahu ‘anhu., ia berkata:Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Suatu kaum dari umatku akan senantiasa saling membantu membela manusia hingga datang hari kiamat sedang mereka tetap saling membantu (Shohih Muslim).

Jangan sampai kita sebagai bangsa Indonesia yang katanya berpenduduk muslim terbanyak di dunia, yang otomatis juga harusnya sebagai saudara muslim terbanyak bagi warga Jalur Gaza Palestina, malah sibuk dengan urusan duniawi. Di berita televisi disiarkan, kita muslim Indonesia sibuk mempersiapkan pesta tahun baru masehi yang meriah. Kita lebih memilih menghambur-hamburkan uang untuk pesta tahun baru dibandingkan dengan menyalurkan infaq untuk membantu saudara-saudara kita di Jalur Gaza yang jelas-jelas sangat membutuhkan bantuan kita. Saat ini banyak organisasi-organisasi yang berusaha mengumpulkan infaq untuk kemudian disalurkan kepada warga Palestina. Salah satunya adalah KISPA (Komite Indonesia Untuk Solidaritas Palestina). Jikalau pun kita tak mampu untuk menyalurkan infaq, berikanlah doa di tiap-tiap shalat kita untuk saudara-saudara kita di sana. Janganlah lupakan mereka, janganlah biarkan mereka sendiri menghadapi kekejaman Israel. Mereka adalah saudara-saudara kita senasab, saudara kita dalam Islam, saudara kita yang sedang berjuang mempertahankan tanah airnya, kehormatan agama Islam serta menjaga kesucian Masjid Al Aqsha, kiblat pertama umat muslim dari kehancuran yang sedang dilakukan Zionis Israel. Para Zionis Israel sedang berusaha untuk menghancurkan Masjid Al Aqsha untuk dijadikan kuil sinagog. Apakah kita masih diam saja melihat semua ini? Iringilah perjuangan mereka dalam lantunan doa kita, sisihkanlah sebgaian rizki kita untuk mereka, mereka adalah bagian dari kita, dan kita adalah bagian dari mereka, kita adalah satu.

Perumpamaan orang-orang yang beriman di dalam saling cinta kasih dan belas kasih seperti satu tubuh. Apabila kepala mengeluh (pusing), maka seluruh tubuh tidak bisa tidur dan demam. (HR. Muslim).

Allaahummanshur ikhwana al mujahidiina fii Filistin (Ya ALLAH, tolonglah saudara kami para mujahidin di Palestina), amin….

Explore posts in the same categories: Uncategorized

6 Komentar pada “Inilah Holocaust Sesungguhnya, Apa yang Bisa Kita Lakukan?”

  1. obenk Says:

    numpang lewat doang..gak koment ah..

    btw, lu anak mana ya???

  2. obenk Says:

    tes..lu kok jadi serius gini seh tes??? he..he..gue kayak liat orang lain..tes..kita main sulap aja yu…!! hua..ha…walau sulap jayus minimal gue ngerti kalo lu mau lucu2an.

    sorry ya gak koment postingannya…berat ah..🙂

  3. Donny Reza Says:

    yang jelas sih sekarang, dunia udah tahu gimana Israel sebenernya. Selama ini kita ‘dicekokin’ supaya gak terlalu percaya dengan karakter Yahudi yang ada di Al-Qur’an, tapi sekarang apa yang muncul di ‘depan mata’ itu sudah cukup jelas.

  4. akuiniobenk Says:

    iye deh..ODONI (itu nama baru lu don…gue kasih..nama baru lu sebagai adik OBAMA..he..he..)

    iye..iye,,,israel emang jahat…gue setuju. ya udah don..tes..lu timpukin aje mereka dari sini ketapel..tapi salah salah dari lu jangan ada yang berdiri di depan yang lain.. bisa2 tu batu ketapel kena jidat temen lu..bukan kena israel..

    lagian lu pada bloon..masa mau nimpuk israel pake ketapel dari jarak jauh..bloon amat (he..he..mending gue bilang duluan daripada digituin orang)

  5. FAHMY Says:

    assalamualaikum

    salam kenal…wah postingannya bagus banget


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: