Rokok Haram?

Sebagian orang tidak bisa menerima pengharaman rokok, meski dalil – dalil yang menunjukkan keharaman rokok itu banyak sekali.  Dan sebagian orang juga beralasan bahwa merokok itu makruh saja, akan tetapi jika memang makruh, lalu kenapa masih dilakukan? Bukankah makruh itu lebih dekat kepada haram daripada halal?

Rokok memang sesuatu yang tidak ada pada zaman Rasulullaahi Shalallaahu Alaihi Wassalam. Akan tetapi Islam telah menurunkan nash – nash yang universal, semua hal yang membahayakan diri, mencelakakan orang lain, menghambur-hamburkan harta adalah hal yang haram.

Berikut ini merupakan dalil-dalil yang menunjukkan pemgharaman rokok.

1. Firman Allah:

“Nabi tersebut menghalalkan untuk mereka semua hal yang baik dan mengharamkan untuk mereka semua hal yang jelek.” (QS. Al A’raf: rn157)

Bukankah rokok termasuk barang yang jelek, berbahaya dan berbau tidak enak?

2. Firman Allah:

“Janganlah kalian campakkan diri kalian dalam kehancuran” (QS. Al Baqarah: 195)

Padahal rokok bisa menyebabkan orang terkena berbagai penyakit berbahaya seperti kanker dan TBC.

3. Firman Allah:

“Dan janganlah kalian melakukan perbuatan bunuh diri” (QS. An Nisa: 29)

Padahal merokok merupakan usaha untuk membunuh diri secara pelan-pelan.

4. Ketika menjelaskan tentang khamr dan judi, Allah berfirman:

“Dan dosa keduanya (khamr dan judi) lebih besar daripada manfaat dua hal tersebut.” (QS. Al Baqarah: 219)

Demikian pula dengan rokok, bahaya yang ditimbulkannya lebih besar daripada manfaatnya, bahkan rokok sedikitpun tidak mengandung manfaat.

5. Firman Allah:

“Dan janganlah engkau bersikap boros, sesungguhnya orang yang suka memboroskan hartanya merupakan saudara-saudara setan.” (QS. Al rnIsra:26-27)

Telah jelas bahwa merokok merupakan perbuatan perbuatan boros dan menghambur-hamburkan harta benda.

6. Allah berfirman tentang makanan penduduk neraka:

“Tidak ada makanan mereka kecuali dari pohon yang berduri. Makanan tersebut tidak menyebabkan gemuk dan tidak pula bisa menghilangkan rasa lapar.” (QS. Al Ghasiyah:6-7)

Demikian pula dengan rokok, tidak membuat gemuk dan menghilangkan rasa lapar, sehingga rokok itu menyerupai makanan penduduk neraka.

7. Sabda Nabi shollallaahu ‘alaihi wa sallam:

“Tidak boleh membahayakan diri sendiri maupun orang lain.” (HR. Ahmad, shahih)

Padahal rokok itu dapat membahayakan diri sendiri ataupun orang lain serta menyia-nyiakan harta.

8. Sabda Nabi shollallaahu ‘alaihi wa sallam:

“Sesungguhnya Allah itu membenci tiga perkara untuk kalian, (yakni) berita yang tidak jelas, menghambur-hamburkan harta dan banyak bertanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Padahal merokok termasuk membuang harta.

9. Sabda Nabi shollallaahu ‘alaihi wa sallam:

”Setiap (dosa) umatku dimaafkan (akan diampunkan) kecuali orang yang terang-terangan berbuat dosa.” (HR. Bukhari dan rnMuslim).

Artinya setiap umat Islam itu akan memperoleh pengampunan kecuali orang yang berbuat dosa dengan terang-terangan, sebagaimana para perokok yang merokok tanpa rasa malu-malu, bahkan mengajak orang lain untuk berbuat kemungkaran seperti mereka.

10. Sabda Nabi shollallaahu ‘alaihi wa sallam:

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka janganlah ia mengganggu tetangganya.” (HR. Bukhari)

Bau tidak sedap karena merokok sangat mengganggu istri, anak dan tetangga terutama malaikat dan orang-orang yang shalat di masjid.

11. Sabda Nabi shollallaahu ‘alaihi wa sallam:

“Tidaklah dua telapak kaki seorang hamba bias bergeser pada hari kiamat sebelum ditanya mengenai empat perkara, (yakni) tentang kemana ia habiskan umurnya; untuk apa ia gunakan ilmunya; dari mana ia memperoleh harta dan kemana ia belanjakan; untuk apa ia pergunakan tubuhnya.” (HR. Tirmidzi, rndishahihkan oleh Al Albani dalam kitab Shahih Al Jami dan Kitab Silsilah rnShahihan)

Padahal seorang perokok membelanjakan hartanya untuk membeli rokok yang haram. Benda yang sangat berbahaya bagi tubuh dan mengganggu orang lain yang berada di dekatnya.

12. Sabda Nabi shollallaahu ‘alaihi wa sallam:

“Barang yang dalam jumlah besarnya dapat memabukkan, maka statusnya tetap haram meski dalam jumlah sedikit.” (HR. Ahmad dan rnlain-lain, shahih)

Padahal asap rokok dalam jumlah banyak dapat memabukkan, terutama untuk orang yang tidak terbiasa merokok; atau pada saat perokokmenghisap asap dalam jumlah yang banyak maka orang tersebut akan sedikit mabuk. Hal ini telah ditegaskan oleh seorang dokter dari Jerman dan seorang perokok yang pernah mencoba, sebagaimana penjelasan di atas.

13. Sabda Nabi shollallaahu ‘alaihi wa sallam:

“Barangsiapa makan bawang merah atau bawang putih maka hendaklah menjauhi kami, masjid kami dan hendaklah ia berdiam saja di rumahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Explore posts in the same categories: Uncategorized

25 Komentar pada “Rokok Haram?”

  1. Donny Reza Says:

    Hehe, ok … sip lah. Gua lagi gak mood ngebahas rokok. Heran aja gua, orang sekaliber Emha Ainun Najib sampai bela-belain rokok … sayang banget menurut gua, kecerdasannya dipake buat hal kayak gitu :))

  2. akuiniobenk Says:

    gue gak setuju juga seh kalo dibilang haram..tapi kalo ngeliat manusia2 yang kadang gak tertib merokok dengan hargain hak orang lain saat di tempat umum..mungkin ada gunanya.

    atau gak ngaruh??? kan dah rahasia umum kalo kita2 ini pada punya sifat, makin dilarang makin penasaran untuk lakuin.he..he..

    cukup pemerintah aza yang harus punya taring tajam terapin peraturan tentang kawasan bebas rokok.

    bagusnya :
    ROKOK GAK DILARANG….TAPI PEROKOK HARUS MAU DIATUR PERATURAN..!!
    win2 solution kan???!

  3. Zaky Says:

    gue sih setuju sama dina tuh, kita belum bisa benar-benar mengatakan kalo rokok itu haram, karena sifatnya masih conditional, dan di dalil2x nya pun tidak ada yang benar-benar kuat untuk membuat rokok menjadi haram. gue rasa percuma kita memperdebatkan, yang penting sekarang win-win solution yang ngerokok harus mau diatur dan pengawasannya harus diperketat kayak diluar negeri. karena kalo kita cuma mendebatkan aja gak akan selesai2x nih masalahnya.

  4. thez al fajr Says:

    @ All :
    Yang jelas, rokok hampir atau mungkin tidak ada manfaatnya, kalaupun ada hanya sebagai pemberi lapangan kerja untuk orang2 yang terlibat di dalamnya. Nah mungkin tinggal itu yang dicari bagaimana solusinya.
    Lebih baik yang sudah merokok berusaha mengurangi atau bahkan berhenti dan yang belum jangan coba2.
    Alhamdulillah, saya udah lama berhasil berhenti merokok…

  5. akuiniobenk Says:

    tess..gak semudah itu lu bilang suruh berenti..dampak sosial, dampak ekonomi, dampak dll nya banyak. petani tembakau akan kalap, para perokok akan kebakaran jenggot, puluhan ribu pekerja di industri rokok akan kehilangan pekerjaan, dll. pengangguran meningkat, putus sekolah akan semakin marak, perceraian akan meninggi, data kemiskinan akan menanjak, lalu potensi kriminal akan semakin banyak.

    dan lebih gilanya lagi, semua itu gak akan terjadi..kenapa?? karena fatwa itu akan dilewati oleh para perokok. alias TEUTEUP ngerokok…!

    cukup dibatasi, penjualan produk perlu dibatasi untuk usia yang cukup, area rokok dipersempit, denda tinggi untuk pelanggar kawasan rokok. sekolah, RS, punya batas radius dari para perokok.

  6. akuiniobenk Says:

    mana taring pemerintah?? gimana ama peraturan bebas rokok di area umum di JKT, sampe mana pelaksanaannya?? itu aja belum maks.

    selain pembatasan area, pengaturan segmentasi umur konsumen, bisa juga dengan sosialisasi terus menerus terhadap bahaya rokok,bisa juga dengan terus meningkatkan mutu pendidikan..mungkin dengan semakin tinggi pendidikan semakin tinggi kesempatan untuk lebih memahami arti bahaya sebuah batang rokok.

    gak tau sahih atau gak saran yang terakhir..dosen gue yang sekolahnya tinggi perokok super berat. makanya dia benci tinggal di amerika dengan keluarga disana..hanya karena pembatasan area merokok disana. tapi dia cukup cerdas untuk menghormati hak2 non-perokok.

    jangan di larang…kodrat manusia akan semakin melawan..beri aja pilihan dan kemampuan yang semakin baik untuk memilih.

    gue pembenci asap rokok tes..bukan pembela perokok…tapi gue berharap bisa adil berpendapat bagi posisi perokok..sama dengan harapan gue para perokok akan berpikir adil terhadap kita yang gak merokok…

  7. panzer Says:

    MUI itu udah jelas-jelas kan didalamnya adalah orang-orang dari berbagai perkumpulan umat Islam (NU, Muhammadiyah, Persis, dll)dan sepeninggal Rasulullah serta sahabatnya udah jelas bahwa kita harus ikut apa kata ulama. itu kata Rasululloh sendiri loh. Dan pastinya keputusan mereka tuh udah matang dengan fatwa haramnya. So kalau masih merasa umatnya Nabi Muhammad, ikutilah apa kata Beliau. Inget gak fatwa MUI waktu dipimpin Buya Hamka yang jelas mengatakan bahwa mengucapkan selamat pada hari besar agama lain adalah haram ? Toh kenyataannya liat sndiri aja sekarang, masih banyak yang cuek-cuek aja ngasih selamat di hari besar agama lain dengan mengatasnamakan kerukunan umat beragama jadi sekarang mah bukan perkara adil gak adil,…
    gue tertarik ama yang ini
    “Sesungguhnya Allah itu membenci tiga perkara untuk kalian, (yakni) berita yang tidak jelas, menghambur-hamburkan harta dan banyak bertanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
    Kalau dalam pelajaran banyak-banyak nanya gimana bang ?

  8. thez al fajr Says:

    @ ucup :
    Gw juga pernah baca hadits itu, n dari Ringkasan Syarah Arba’in An-Nawawi hadits ke 9 ada redaksi :
    Dari Abu Hurairoh ’Abdurrohman bin Shakhr rodhiyallohu’anhu, dia berkata: ”Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam bersabda: ” Apa saja yang aku larang bagi kamu hendaklah kamu jauhi, dan apa saja yang aku perintahkan kepadamu maka lakukanlah sesuai kemampuanmu. Sesungguhnya kehancuran umat-umat sebelum kamu adalah karena mereka banyak bertanya dan menyelisihi nabi-nabi mereka (tidak mau taat dan patuh).” (HR. Bukhori dan Muslim)
    Berikut penjelasan haditsnya :
    Sebab utama kehancuran umat adalah sekedar banyak bertanya dan menentang perintah nabinya. Sikap yang benar adalah bertanya untuk diamalkan dan tunduk pada perintah nabi. Maka orang yang sekedar banyak bertanya, bukti akan kelemahan agamanya dan tidak wara’-nya. Diantara dampak jelek banyak bertanya adalah timbulnya perpecahan.
    Jadi mungkin banyak bertanya yang dibenci dalam hadits tersebut ialah banyak bertanya untuk menyelisihi perintah-perintah nabi. Yang jelas banyak bertanya untuk ilmu dan diamalkan itu baik, seperti kutipan hadits :
    “Menghemat dalam nafkah separo pendapatan (belanja), dan mengasihi serta menyayangi orang lain adalah separo akal, sedangkan bertanya dengan baik adalah separo ilmu.” (HR. Ath-Thabrani).

  9. zaky Says:

    waduh, jadi panjang-panjang begini nulisnya. saya cuma mau menambahkan saja kalo gak salah fatwa MUI masih mengharamkan untuk kategori kalangan anak-anak dan remaja, ibu hamil, dan merokok di tempat umum. selebihnya masih makru, bukankah begitu?

    so, bisa diambil kesimpulan bahwa golongan2x di atas adalah yg diharamkan. dan untuk yang lainnya, mungkin selama merokoknya bisa dialokasikan ke tempat yang benar, seperti : tdk di dpn anak2x atau remaja karena takut mencontohkan. dan tidak di dekat wanita yang sdg hamil karena takut membuatnya pasif. bahkan lebih baik lagi jika tdk di dekat org2x yang tidak merokok. tetapi jelas ini memang masih tugas pemerintah untuk menegaskan di dlam regulasi2xnya.

    mohon maaf bukan membela kaum perokok, saya cuma berusaha lebih objektif dengan realita yang ada. dan kalau memperdebatkan masalah rokok memang akan menjadi sangat panjang. so, menurut saya langkah MUI ini sudah cukup baik dan pemerintah tinggal memperkuatnya dengan aturan mainnya serta diawasi secara ketat. Wallahu’alam

  10. akuiniobenk Says:

    halo semuanya…
    waaah..lagi2 gue harus sefaham lagi ama si zaky neh..
    MUI emang gak ngeharamin untuk semua..bener kata zaky tuh..jadi gak perlu banyak perdebatkan lagi..kan MUI gak nyampe pengaruhi pemerintah untuk tangkap orang yang merokok.cuma penekanan2 tertentu untuk beberapa kondisi seperti yang zaky bilang..

    yang penting mah sama2 ngehargain deh…gue juga gak pengen menghakimi pihak manapun

  11. Donny Reza Says:

    Ah, gua juga males debat sebetulnya :p cuma kalo memang mau objektif … kecuali buat pengusaha, rokok memang tidak ada sedikitpun manfaatnya. Mau objektif kan?

    Prinsip makruh … kenapa disamakan dengan mubah sih?? Makruh itu sesuatu yang dibenci oleh Allah SWT, bukan yang dibolehkan. Artinya, Rokok menurut MUI antara dibenci dan haram. Bukan boleh. Kumaha caritana jadi boleh, sih?

    Lha, susu melamin aja dilarang beredar … kenapa rokok harus dipertahankan beredar?? sama-sama merugikan, sama-sama berbahaya. Mau objektif kan?

    Soal nasib karyawan pabrik rokok kalau dibubarin? Ah, gua sih memilih ‘gak peduli’ sama seperti mereka ‘gak peduli’ dengan efek rokok terhadap negara ini. Fair kan? Mereka memikirkan perut sendiri, boleh dong gua juga egois? :p Lagian kalau merujuk ke hukum islamnya, mereka juga punya dosa karena terlibat dalam soal eksistensi rokok. Sama aja seperti khamr, yang punya dosa bukan cuma yang mabok, tapi yang menyediakan, yang mengantarkan atau yang memfasilitasi seseorang jadi mabok. Bicara soal dalil, bisa panjang lagi … jadi gua cukupkan sampai sini aja :p

  12. Donny Reza Says:

    btw, thez … kalo mau link nya tambahin juga suara-islam.com sama warnaislam.com, atau kalo mau lebih warna-warni lagi tampilin juga muhammadiyah.or.id, persis.or.id, hizbut-tahrir.or.id, sama insistnet.com juga, yang terakhir ini rada maen-maen di wilayah filsafat sih, tapi masih gampang dicerna.

  13. thez al fajr Says:

    @ all :
    Ok guys, soal rokok gw yakin semua punya opini masing-masing. Yg jelas gw setuju makruh itu bukan berarti boleh, dan memang kalau kita mau merujuk kepada hukum Islam, orang – orang yang terlibat dalam industri rokok berarti dia turut menyebarkan kemudharatan. Akan tetapi sayangnya Indonesia bukanlah negara yg berdiri atas asas hukum Islam. Jadi lebih baik dicarikan solusi untuk mereka bagaimana agar mereka tidak lagi terlibat dalam industri rokok tersebut.
    Terakhir, sekali lagi gw cuma bisa menyarankan untuk rekan-rekan yg mungkin masih merokok, dicoba untuk mengurangi dan Alhamdulillah jika bisa sampai berhenti.
    Jika kita memang ragu-ragu dalam suatu perkara makruh atau haram, bukankah lebih baik jika kita tinggalkan saja perkara itu? Karena sesungguhnya keragu-raguan itu sengaja ditiupkan oleh syaitan untuk menyesatkan kita…Wallaahu alam

  14. thez al fajr Says:

    Btw komen yg gw tulis sebelum komen Zaky itu untuk menjawab pertanyaan dari komentar Ucup si Panzer yang bertanya soal hadits yg dia sebutin. Jadi sebenarnya ga ada hubungannya ama rokok.

  15. akuiniobenk Says:

    don..tez..darimana yakin kalo yang kerja di industri rokok cuma mentingin perut sendiri???parahan mana ama yang ngerokok di tempat umum yang mentingin idung sendiri??

    gak bisa egois dengan langsung biar bubar..bener kita gak hidup di negara islam..gue gak setuju kalo ribut sekarang langsung bubar sekarang..semuanya ada mekanisme yang “lembut” sehingga opportunity cost yang akan dibayarkan gak merugikan2 banget. jangankan puluhan ribu orang yang terkait..cuma lima orang pun keberlangsungan hidup seseorang tetep perlu diperhatikan.

    masalah orang2 itu ikut bantu di tempat yang penuh mudharat..punya ukuran apa kita bisa bilang ke mereka :”manehna oge sih make aya di dinya??”

    buka solusi lain…buka industri substitusi untuk tempat peralihan PULUHAN RIBU ORANG YANG BEKERJA DI INDUSTRI SANA sehingga kemandirian ekonominya tetep terjaga.

    kalo puluhan ribu mendadak dari kaya jadi miskin yang miskin makin melarat..kemana kemiskinan akan membawa kita semua??? tau sendiri jawabannya?? ancaman yang lebih menakutkan dari ancaman kesehatan akibat rokok.

    pesan gue..alahkah bagusnya memang kalo jumlah perokok menurun..alangkah indahnya kalo laporan pasien korban rokok menjadi minimal. alahkah bagusnya bahkan kalo sampe di negara kita gak ada yang merokok (he..he..ngehayal)….tapi..segala peralihan menjadi lebih baik butuh proses..dan pelaku2 yang bekerja di industri sana adalah warga negara yang perlu di pikirkan. dan jangan menghakimi siapapun..

    atau biarin semuanya tergantung pasar…kesadaran tidak merokok meningkat, demand terhadap produk rokok akan menurun, dampaknya produsen akan mengurangi suplly rokok mengikuti keseimbangan pasar.salah satu langkahnya..pengusaha akan mengurangi jumlah karyawan..dan pekerja dari industri rokok akan termobilisasi ke industri yang lain.

    dan saat itu terjadi..semua orang yang anti rokok tinggal senyum..lalu kebun tembakau akan di buldoser jadi tempat penampungan TKI..para pekerja memilih jadi TKI..kampungnya kosong..gak maju karena ditinggal sebagian penduduk jadi TKI..pulang ke negeri sendiri dengan memar – memar..atau paling untung cuma kena tipu calo di bandara

    he..he..gue mulai ngelantur….

  16. thez al fajr Says:

    Iya beng, makanya gw juga bilang lebih baik dicarikan solusi lain untuk mereka yg terlibat dalam industri rokok. Cuma sayangnya gw sendiri belum punya solusi yg bagus untuk semua.

  17. zaky Says:

    klo masalah itu si… menurutku mungkin industri2x masih mengambil keuntungan yang besar dan menekan harga kpd petani2x kita. dlm hal ini sebenernya kalo bisa dibuat adil pembagian keuntungannya aja dan pemerintah harus berpihak kepada si orang2x kecil ini, tidak terjadi banyak kerugian yang dialami oleh individu2x di dalamnya. ini mungkin loh krn aq g punya data mengenai ini.

    yang ke 2, bahwa Indonesia ini kan subur bgt. kalo inget om bob sadino yang bisa menjual sayuran2x Indonesia untuk masuk ke Jepang, padahal seleksi kualitas makanannya cukup ketat loh di sana. dan liat aja perusahaannya dia yang target pasarnya justru expatriat2x, bukankah ini membuktikan bahwa produk Indonesia itu sangat menjual? intinya sih mungkin petani2x bisa dikondisikan untuk menanam tanaman lain, dan nanti pekerja2x di perusahaan rokok yang di PHK bisa juga tuh dimasukan ke bidang ini. yup, jika dikembalikan ke teknis ini memang bukanlah pekerjaan mudah. tapi, apakah ini bisa dilakukan? Insya Allah.

    kalo kata obama ” YES, WE CAN CHANGE” halah… ;p

  18. akuiniobenk Says:

    @ tessie

    ya..sayang ya..coba lu jadi presiden

    @ zaky

    setuju lagi ama zaky..ni orang dari golongan positive bin optimist ya???

  19. zaky Says:

    setuju Herdyan Fajar jadi Presiden..

  20. thez al fajr Says:

    NGERIIII….GAAAA???

  21. akuiniobenk Says:

    ngeri lah……….nanti nama kabinetnya kabinet badut..

    hue…he.,.

  22. sandy Says:

    Kayanya gak tiap hari ada yang nongkrong disini, ga begitu rame,
    Soal rokok, seru, rame, marak dan ngawur!!
    Ada dua kubu yang berseteru tebtang rokok.
    Kubu Pertama adalah yang membenci rokok, sehingga dia berargumen mengada segala bawa bawa agama, qur’anlah, hadistlah padahal kagak ada yang nyambung,
    contoh:
    1. Firman Allah:

    “Nabi tersebut menghalalkan untuk mereka semua hal yang baik dan mengharamkan untuk mereka semua hal yang jelek.” (QS. Al A’raf: rn157)

    Bukankah rokok termasuk barang yang jelek, berbahaya dan berbau tidak enak?

    2. Firman Allah:

    “Janganlah kalian campakkan diri kalian dalam kehancuran” (QS. Al Baqarah: 195)

    Padahal rokok bisa menyebabkan orang terkena berbagai penyakit berbahaya seperti kanker dan TBC.

    3. Firman Allah:

    “Dan janganlah kalian melakukan perbuatan bunuh diri” (QS. An Nisa: 29)

    Padahal merokok merupakan usaha untuk membunuh diri secara pelan-pelan.

    4. Ketika menjelaskan tentang khamr dan judi, Allah berfirman:

    “Dan dosa keduanya (khamr dan judi) lebih besar daripada manfaat dua hal tersebut.” (QS. Al Baqarah: 219)

    Demikian pula dengan rokok, bahaya yang ditimbulkannya lebih besar daripada manfaatnya, bahkan rokok sedikitpun tidak mengandung manfaat.

    5. Firman Allah:

    “Dan janganlah engkau bersikap boros, sesungguhnya orang yang suka memboroskan hartanya merupakan saudara-saudara setan.” (QS. Al rnIsra:26-27)

    Telah jelas bahwa merokok merupakan perbuatan perbuatan boros dan menghambur-hamburkan harta benda.

    6. Allah berfirman tentang makanan penduduk neraka:

    “Tidak ada makanan mereka kecuali dari pohon yang berduri. Makanan tersebut tidak menyebabkan gemuk dan tidak pula bisa menghilangkan rasa lapar.” (QS. Al Ghasiyah:6-7)

    Demikian pula dengan rokok, tidak membuat gemuk dan menghilangkan rasa lapar, sehingga rokok itu menyerupai makanan penduduk neraka.

    7. Sabda Nabi shollallaahu ‘alaihi wa sallam:

    “Tidak boleh membahayakan diri sendiri maupun orang lain.” (HR. Ahmad, shahih)

    Padahal rokok itu dapat membahayakan diri sendiri ataupun orang lain serta menyia-nyiakan harta.

    8. Sabda Nabi shollallaahu ‘alaihi wa sallam:

    “Sesungguhnya Allah itu membenci tiga perkara untuk kalian, (yakni) berita yang tidak jelas, menghambur-hamburkan harta dan banyak bertanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Padahal merokok termasuk membuang harta.

    9. Sabda Nabi shollallaahu ‘alaihi wa sallam:

    ”Setiap (dosa) umatku dimaafkan (akan diampunkan) kecuali orang yang terang-terangan berbuat dosa.” (HR. Bukhari dan rnMuslim).

    Artinya setiap umat Islam itu akan memperoleh pengampunan kecuali orang yang berbuat dosa dengan terang-terangan, sebagaimana para perokok yang merokok tanpa rasa malu-malu, bahkan mengajak orang lain untuk berbuat kemungkaran seperti mereka.

    10. Sabda Nabi shollallaahu ‘alaihi wa sallam:

    “Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka janganlah ia mengganggu tetangganya.” (HR. Bukhari)

    Bau tidak sedap karena merokok sangat mengganggu istri, anak dan tetangga terutama malaikat dan orang-orang yang shalat di masjid.

    Sekedar sumbang saran:
    1.Al Arof 157:
    Sebaiknya Al Qur’an itu tidak dipotong potong seperti
    diatas, lengkapnya khan:
    7. Al A’raaf

    157. (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka[574]. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.

    [574]. Maksudnya: dalam syari’at yang dibawa oleh Muhammad itu tidak ada lagi beban-beban yang berat yang dipikulkan kepada Bani Israil. Umpamanya: mensyari’atkan membunuh diri untuk sahnya taubat, mewajibkan kisas pada pembunuhan baik yang disengaja atau tidak tanpa membolehkan membayar diat, memotong anggota badan yang melakukan kesalahan, membuang atau menggunting kain yang kena najis.

    Ada kaitannya dengan rokok? Khan tidak ada!
    2.Al Baqoroh 195:
    2. Al Baqarah

    195. Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

    Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ayat ini (S. 2: 195) turun berkenaan dengan hukum nafkah.
    (Diriwayatkan oleh al-Bukhari yang bersumber dari Hudzaifah.)

    Dalam riwayat lain dikemukakan peristiwa sebagai berikut: Ketika Islam telah berjaya dan berlimpah pengikutnya, kaum Anshar berbisik kepada sesamanya: “Harta kita telah habis, dan Allah telah menjayakan Islam. Bagaimana sekiranya kita membangun dan memperbaiki ekonomi kembali?” Maka turunlah ayat tersebut di atas (S. 2: 195) sebagai teguran kepada mereka, jangan menjerumuskan diri pada “tahlukah” (meninggalkan kewajiban fi sabilillah dan berusaha menumpuk-numpuk harta)
    (Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Hibban, al-Hakim dan yang lainnya yang bersumber dari Abi Ayub al-Anshari. Menurut Tirmidzi hadits ini shahih.)

    Menurut riwayat lain, tersebutlah seseorang yang menganggap bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa yang pernah dilakukannya. Maka turunlah “Wala tulqui biaidikum ilat-tahlukah.”
    (Diriwayatkan oleh at-Thabarani dengan sanad yang shahih dan kuat, yang bersumber dari Jabir an-Nu’man bin Basyir. Hadits ini diperkuat oleh al-Hakim yang bersumber dari al-Barra.)
    Adakah hubungannya dengan rokok?
    3. 4. An Nisaa’

    Islam melindungi hak milik laki-laki dan perempuan

    29. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu[287]; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

    [287]. Larangan membunuh diri sendiri mencakup juga larangan membunuh orang lain, sebab membunuh orang lain berarti membunuh diri sendiri, karena umat merupakan suatu kesatuan.
    Juga tidak ada kaitannya dengan rokok
    4.2. Al Baqarah

    Khamar, judi, harta yang dinafkahkan dan pemeliharaan anak yatim

    219. Mereka bertanya kepadamu tentang khamar[136] dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.” Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ” Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,

    [136]. Segala minuman yang memabukkan.

    Begitu juga ayat ayat yang lainnya sama sekali tidak ada kaitannya dengan malah haramnya rorkok.

    Saya berharap kepada seluruh Umat Islam terutama di Indonesia jangan terlalu mudah untuk membawa suatu permasalahan kehidupan sehari hari kedalam koridor Al Qur’an sebagai pegangan hidup Umat Islam dengan dalih haram dosa, masuk nerakalah.

    Jika anda memiliki kapasitas tidak suka dengan rokok, cukup katakan saya tidak suka rokok, karena rokok tidak bermanfaat dan merusak kesehatan!
    Apalagi dikait kaitkan dengan kematian yang merupakan hak preogratif Allah SWT bahwa merokok dapat menyebabkan kematian (ini bahasa sinis) saya mohon maaf belum setuju, padahal kematian itu tidak mengenal perokok atau bukan perokok.
    Anda pernah ngga dulu menonton acara di RCTI yang dipandu oleh Ebet Kadarusman menampilkan orang yang merokok sejak usia 6 tahun sampai usia 85 tahun tetap hidup, bahkan sisa puntung rokoknya dimakan!
    Tidak ada satu ayatpun dalam Al Qur’an dan tidak ada satu sabda Rosululloh Muhammad SAW pun dalam hadist yang menyatakan bahwa rokok itu HARAM!!!
    Coba anda perhatikan Fatwa MUI bunyinya bukan ROKOK, tapi MEROKOK > artinya kata kerja > bukan kata benda.
    Saya setuju dengan sinyalemen yang menyatakan bahwa merokok DOSA jika mengganggu dan menyakiti orang lain di tempat tempat tertentu.
    Sekali lagi!Jadi bukan ROKOKNYA tetapi PERBUATAN ORANGNYA YG MEROKOK itu yang menjadi pokok maslah.
    Demikianlah yang bisa saya sampaikan sebagai bahan pembelajaran saya dalam Islam, segala kritik dan saran senantiasa saya harapkan.
    Robbana dzolamna anfushshana waillam tagfirlama lanakunanna minal khosirin,
    Amin,
    Wassalam
    Kelompok Kedua orang yang biasa hidup dengan rokok, sangat ketergantungan dengan rokok

  23. thez al fajr Says:

    Alhamdulillah, segala puji bagi ALLAH. Emang kalo ngebahas rokok, ga ada habisnya. Rekor buat saya, satu tulisan bisa sampai banyak tanggapannya :p
    Terima kasih buat tanggapannya mas Sandy. Wah panjang juga ya…:).
    Dari komentar mas Sandy, saya bisa ambil kesimpulan, mas Sandy tidak setuju jika permasalahan rokok ini disangkut pautkan dengan Al Qur’an dan Hadist, karena mas Sandy beranggapan dalil-dalil yang disebutkan di atas tidak nyambung sama sekali. Begini mas Sandy, nash-nash dalam Al Qur’an dan Hadist terdiri dari dua jenis :
    1. Satu jenis yang dalil-dalilnya bersifat umum seperti Adh-Dhawabith (ketentuan-ketentuan) dan kaidah-kaidah dimana mencakup rincian-rincian yang banyak sekali hingga Hari Kiamat
    2. Satu jenis lagi yang dalil-dalilnya memang diarahkan kepada sesuatu permasalahan secara langsung.

    Sebagai contoh untuk jenis pertama ialah, dalil -dalil yang telah ditulis di posting ini yang menunjukkan secara umum keharaman rokok/merokok sekalipun tidak diarahkan secara langsung kepadanya.

    Sedangkan untuk contoh jenis kedua adalah firmanNya.

    “Artinya : Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah” [Al-Maidah : 3]

    Jika memang dalil-dalil di atas tidak nyambung menurut mas Sandy, berarti Al Qur’an dan Hadist tidak relevan dengan kondisi jaman dong? Padahal Al Qur’an itu diturunkan untuk kondisi apapun, di jaman apapun.

    Komentar mas Sandy :
    “Saya berharap kepada seluruh Umat Islam terutama di Indonesia jangan terlalu mudah untuk membawa suatu permasalahan kehidupan sehari hari kedalam koridor Al Qur’an sebagai pegangan hidup Umat Islam dengan dalih haram dosa, masuk nerakalah.”
    Kenapa kita jangan terlalu mudah membawa permasalahan kehidupan sehari-hari kedalam koridor Al Qur’an? Bukankah justru sebagai umat Islam kita harus berpegang kepada Al Qur’an dan Hadist?

    Telah banyak penelitian ilmiah yang mengungkapkan bahaya dari rokok/merokok untuk kesehatan. Jika kemudian ada orang yang sanggup hidup sampai tua dengan merokok dan memakan puntungnya, Subhanallaah…mungkin itulah kebesaran ALLAH. Akan tetapi adakah pembuktian secara
    ilmiah yang membuktikan bahwa orang tersebut bisa hidup selama itu disebabkan merokok dan memakan puntungnya?

    Kematian memang takdir dari ALLAH. Akan tetapi menjaga kesehatan tubuh kita adalah kewajiban dari kita. Kita dipinjamkan tubuh yang sehat oleh ALLAH, kemudian apakah kita tidak merasa bersalah dengan merusak tubuh yang telah dipinjamkan ini dengan rokok/merokok? Apakah kita tidak merasa bersalah menghambur-hamburkan rejeki yang diberikan oleh ALLAH untuk membelanjakan sesuatu yang dapat merusak kesehatan tubuh kita, yang notabene tubuh ini merupakan pinjaman dari ALLAH?

    Untuk informasi saya sendiri dulu adalah perokok. Saya merokok sejak kelas 6 SD kira-kira umur 12 tahun dan berhenti pada umur 25 tahun. Selama itu saya tidak merasakan manfaat sedikitpun dari rokok/merokok. Mungkin mas Sandy bisa memberitahukan kepada saya manfaat dari rokok/merokok?

    Btw, blog saya memang masih sepi mas, saya sendiri belum tentu setiap hari bisa mengunjungi atau posting disini. Mungkin jika mas Sandy mempunyai blog juga, saya bisa blogwalking ke blog mas Sandy? Jika boleh saya minta alamat blog mas Sandy. Mungkin saya bisa belajar dari mas Sandy bagaimana agar blog saya ini bisa ramai dikunjungi. Maka dari itu saya namakan blog ini “Saya Masih Belajar”. Saya masih belajar bagaimana membuat blog yang menarik, saya masih belajar bagaimana membuat postingan yang menarik, saya masih belajar memahami ilmu agama, ilmu kehidupan, dsb.

    Terima kasih mas untuk kritik dan sarannya. Mudah-mudahan kita bisa saling berkomunikasi dan saling mengisi satu sama lain. Maaf baru bisa balas komennya.

  24. zaky Says:

    subhanallah, mungkin ini yang Rasul katakan “perbedaan diantara umatku adalah rahmat”. saya rasa pendapat keduanya sama-sama memiliki pendapat yang kuat, tinggal para pembaca sekalian yang memilih, mau ikut yg mana?

    semoga ini menambah khazanah keilmuan dan meningkatkan ukhuwah islamiyah..

    yang benar datangnya dari Allah dan yang salah dari kami masing-masing.

    wallahu alam

    Assalamualaikum Wr. Wb.

  25. thez al fajr Says:

    🙂 Makasih Zak…saya juga berharap mudah-mudahan perbedaan ini justru bisa menambah ilmu saya yang masih belajar ini…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: