Wudhu dan Hemat Air…

Sebagai umat muslim, kita wajib melaksanakan shalat fardhu 5 kali sehari semalam, ditambah juga dengan shalat-shalat sunat lainnya. Dan sebelum melakukan shalat, kita terlebih dahulu bersuci dengan menggunakan air atau biasa kita sebut berwudhu.

Wudhu adalah menggunakan air yang suci dan mensucikan dengan cara yang khusus di empat anggota badan yaitu, wajah, kedua tangan, kepala, dan kedua kaki. Adapun sebab yang mewajibkan wudhu adalah hadats, yaitu apa saja yang mewajibkan wudhu atau mandi [terbagi menjadi dua macam, (Hadats Besar) yaitu segala yang mewajibkan mandi dan (Hadats Kecil) yaitu semua yang mewajibkan wudhu. Adapun dalil wajibnya wudhu adalah firman Allah,
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki,” (Q.S. Al-Maidah:6)

Wudhu dilaksanakan sebelum seseorang memulai shalat. Rata -rata kita berwudhu menggunakan air , sebagian kecil mungkin bertayamum ketika air tidak bisa didapatkan. Akan tetapi sungguh sayang, dalam melakukan wudhu ini kita masih saja banyak terjerumus dalam suatu perbuatan boros dan berlebih-lebihan. Yang saya maksudkan dalam berlebih-lebihan ini ialah dalam hal pemakaian air untuk berwudhu.

Dalam kitab Al-As’ilah wa Ajwibah Al-Fiqhiyyah Al-Maqrunah bi Al-Adillah Asy-Syar’iyyah, terdapat penjelasan berapa takaran air yang dibutuhkan ketika berwudhu. Di situ diterangkan bahwa takaran air dalam berwudhu adalah satu mud (Satu mud sama dengan 1 1/3 liter – 2 liter). Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Anas, katanya, “Adalah Rasulullah ketika berwudhu dengan (takaran air sebanyak) satu mud dan mandi (dengan takaran sebanyak) satu sha’ sampai lima mud.” ) H.R. Muttafaq alaih. Tapi dalam prakteknya, banyak sekali umat muslim di Indonesia yang mengaku beragama Islam terbanyak di dunia, tidak mengikuti sunnah Rasulullaah Shalallaahu alaihi wassalam tersebut. Ketika mengantri wudhu di mesjid, sering saya lihat orang mengucurkan air dari keran dengan kucuran yang besar sekali. Seolah-olah lupa atau mungkin tidak tahu bahwa berlebih-lebihan atau boros itu adalah perilaku yang disukai syaitan. Pernah dalam perjalanan, saya mampir di suatu mesjid untuk melaksanakan shalat. Ketika berwudhu saya lihat orang di sebelah saya mengucurkan air dengan deras sekali, dan saya yakin air yang terpakai itu lebih dari satu mud. Setelah selesai wudhu, dan bersiap untuk shalat, ternyata saya baru tahu orang yang di sebelah saya tadi itu ialah Sang Imam masjid tersebut, Astagfirullah…saya sedikit kecewa, seorang imam yang diharapkan bisa menjadi contoh teladan untuk makmumnya ternyata masih melakukan perbuatan yang disukai syaitan.

Mungkin sebagian dari kita akan berkata, “Ah persoalan itu kan hanya sepele saja.” Tetapi seperti telah disebutkan di atas, bahwa perbuatan yang berlebih-lebihan atau boros itu sangat disukai syaitan. Bayangkan ketika akan melakukan ibadah saja kita memulainya dengan perbuatan yang disukai syaitan. Syaitan pasti akan dengan senang hati terus mengikuti kita sepanjang shalat dan menggoda kita sepanjang shalat sehingga shalat kita menjadi tidak khusyu dsb. Dan juga justru syaitan senang memanfaatkan hal-hal kecil dan sepele untuk menjerumuskan kita.

Di luar masalah agama juga, hemat air merupakan salah satu anjuran dalam rangka menjaga sumber daya alam. Air tanah pada zaman ini sudah mulai jauh berkurang, dikarenakan juga musim kemarau yang panjang, ataupun hilangnya daerah-daerah resapan air. Jadi berhemat dalam penggunaan air itu memang sangat diperlukan. Lagipula tidak ada salahnya juga kan kita berhemat dalam menggunakan air untuk berwudhu?

Explore posts in the same categories: Uncategorized

7 Komentar pada “Wudhu dan Hemat Air…”

  1. akuiniobenk Says:

    yaah tes…ibu gue kalo mandi ngabisin setengah bak tuh tes..mana bak gede lagi…

    yaa kalo buat whudu seh gak mungkin 1/2 bak ya gak??

  2. zaky Says:

    yup, kadang orang diluar islam bilang kalo orang islam tuh boros air, soalnya wudhu mulu, sholat wajibnya aja 5, belom sholat sunnahnya. bener juga tuh kalo kita ikutin sunahnya dan selalu menjaga wudhu, sebenernya mah kita kagak boros, betul kagak..

    anyway thanks 4 come by

  3. Donny Reza Says:

    hadits-hadits soal wudhlu rada banyak, dan dari sebanyak itu gak semua hadits bilang kalau wudhlu harus tiga kali di sana-sini. Artinya, kumur-kumur sekali cukup, basuh tangan sekali, cukup. Bahkan, sebagian berpendapat yang di Al-Qur’an itu batasan minimal sahnya wudhlu. Ada kesalahan berpikir juga kalau wudhlu itu bebersih, padahal wudhlu itu bersuci (thaharah), makanya banyak juga yang wudhlu sampai keran di posisi full … karena mikirnya wudhlu itu bebersih, wew!! Emang bagus sih kalau shalat harus bersih, tapi coba lihat, yang namanya tayammum itu kan ‘kokotoran’, tapi mensucikan.

  4. goosleem Says:

    menarik juga apa yang dibahas, dan sudah lama geregetan soal wudhu dan hemat air ini…. kadang-kadang kita tidak bisa hanya menyalahkan seseorang yang menurut kita boros dalam menggunakan air ketika berwudhu… mungkin saja orang itu memang tidak tahu… solusinya harus diberitahu. Kalau tidak mampu memberi tahu… seperti kepada imam tadi, solusinya apa???. yaa, sepertinya baik juga dimulai dari pribadi dulu, dengan tidak boros saat menggunakan air wudhu… biasakan menjaga wudhu, kalau belum batal tidak perlu berwudhu lagi untuk sholat selanjutnya (seperti imam syafi’i yang dalam sebagian besar hidupnya melakukan shalat subuh dengan wudhu shalat isya-nya, hebaat juga ya)…. Atau yuuuk sama-sama kampanyekan wudhu hemat air ( sebar brosur sunnah wudhu dan stiker hemat air ketika wudhu). Solusi terakhir, ada ide nih : buat alat/keran yang fungsinya sebagai “wudhu water dispenser” (air tidak ngocor terus, tapi ada selang waktu, selama seseorang membersihkan anggota tubuhnya, misalnya berselang 5-15 detik, dan setiap aliran air dibatasi mis 50 – 100 ml), bagaimana???? Ada yang bisa membuat alat ini??

  5. thez al fajr Says:

    Makasih mas/mba goosleem buat komentar n kunjungannya. Saya setuju banget dengan usul mengkampanyekan hemat air dalam berwudhu. Akan tetapi benar, semuanya pasti balik lagi ke pribadi masing2. Sebenarnya saya sendiri sering melihat di tempat2 wudhu di mesjid2 yang biasa saya singgahi sudah terpampang semacam peringatan atau himbauan agar hemat dalam menggunakan air. Akan tetapi tetap saja himbauan itu hanya sekedar pajangan saja, tidak ada aplikasinya.
    Soal alat, wah ide yg bagus itu. Tinggal ada yang berminat untuk merealisasikannya?
    Terakhir, semua memang kembali ke diri masing2. Saya setuju semua harus dimulai dari pribadi masing2. Seperti Aa Gym sering bilang, mulai dari yg kecil, mulai dari saat ini dan mulai dari diri sendiri…

  6. goosleem Says:

    Unek-unek saya tentang hemat air dalam berwudhu and mimpi alat Wudhu Water Dispenser bisa dilihat di blog saya goosleem.wordpress.com
    Selamat berkunjung

  7. Erlangga Says:

    saya suka posting Anda ini..
    Salam kenal!

    Erlangga Bagus Lazuardy
    erlanggabl.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: