Bogor Macet Bangeeet….

Membicarakan masalah macet sepertinya ga pernah ada habisnya. Bogor, kota yang dulunya nyaman tanpa kemacetan yg berarti, sekarang sudah berubah total. Hampir setiap sudut kota Bogor mengalami kemacetan di tiap ruas jalannya. Penyebab kemacetan bisa bermacam-macam. Dari angkot yang ngetem sembarangan, jalan yang kecil dan rusak, sampai karena ketidak disiplinan dari para pengguna jalan itu sendiri.

Setiap hari saya berangkat ke kantor menggunakan sepeda motor. Dari rumah saya di Villa Bogor Indah II menuju kantor di Gedung Setyajaya di Jl. Pajajaran, biasanya saya melewati rute Jl. Pemda –> Jl. Kedung Halang (Talang) –> Warung Jambu, kemudian dari perempatan Warung Jambu saya lebih senang masuk ke jalan Outer Ring yang baru selesai pembangunannya daripada terus melewati Jl. Pajajaran, dan nanti keluar di Jl. Bina Marga.

Sepanjang jalan dari rumah menuju kantor, kemacetan paling parah biasanya terjadi di pertigaan keluar Jl. Pemda menuju Kedung Halang Talang. Pertigaan ini setiap pagi selalu macet panjang, kemacetan ini disebabkan selain tidak adanya lampu merah, juga karena jalan di Kedung Halang tepat di bawah Talang, rusak parah. Ruas jalan yang seharusnya bisa 4 Jalur, hanya bisa dipakai normal 2 jalur. Memang di pertigaan tadi, setiap pagi selalu dijaga oleh petugas Polantas. Akan tetapi tanpa mengurangi penghargaan saya kepada para petugas yang telah mengatur lalu lintas, menurut saya hal itu tidak cukup efektif. Sebenarnya jika saja ruas jalan yang rusak itu segera diperbaiki, kemacetan tidak akan parah seperti itu.

Setelah melewati kemacetan di Talang, biasanya kemacetan kembali menghadang di ruas jalan setelah pertigaan keluar Jalan Baru menuju ke arah warung jambu,  hal ini pun disebabkan karena ruas jalan sudah rusak parah dan tidak layak untuk dilalui. Jika hujan sudah turun, jalan yang menuju ke arah pertigaan Jalan Baru dari Warung Jambu sudah seperti sungai kecil. Air menggenang dimana-mana.

Yah, saya sebagai orang kecil yang awam, saya hanya bisa berharap pemkot Bogor mau memperhatikan masalah kemacetan yang sudah menjalar di setiap sudut kota Bogor, dan juga memperhatikan kondisi jalan yang ada, karena dengan banyaknya jalan yang rusak, tentu saja akan membahayakan para pengguna jalan.  Atau mereka mungkin sudah terlalu menikmati kedudukan mereka sehingga lupa dengan rakyatnya? Ah suudzon aja…ga boleh tau…

Explore posts in the same categories: Uncategorized

4 Komentar pada “Bogor Macet Bangeeet….”

  1. Donny Reza Says:

    Ah, walikota lu tuh …
    Gua pernah ngangkut orang sakit pake mobil, UGD lah, tapi gara-gara jalan pada rusak, mobil jadi pelan-pelan, serba salah … dikencengin, ntar yang sakit shock, dilambatin, ntar yang sakit terancam mati. Gede tuh dosa walikota kalau kejadian ada yang sakit jadi mati gara-gara jalan rusak.

  2. akuiniobenk Says:

    gue bilang juga don..jalan jangan sering2 lu pake…

    lu pada di perbatasan kota bogor sih ya…diaku…pinggiran..gak diaku..masuk kotamadya🙂

    tes..beli heli aja lu…

  3. thez al fajr Says:

    @ Dina: Kalo ga salah jalan sekitar pabaton jg selama ini rusak kan? baru belakangan aja dibikin mulus.

  4. sandy Says:

    Iya Bung Al Fajr, ini Bogor Bung!
    Selain dari penyebab kemacetan yang anda gambarkan diatas, masih ada lagi penyebab utama kemacetan tersebut, kalau anda setuju kita bahas satu persatu demi kebaikan kita bersama untuk membuat kondusif Kota Bogor Kota tercinta kita ini.
    1. Pembuatan jalan baik jalan Propinsi, maupun Jal-
    an Desa yang termasuk katagori jalan alteri tid-
    ak memenuhi standar kontruksi artinya ujung bagu
    jalan harusnya disediakan drainase( saluran air )-
    baru kemudian trotoar, bukan seperti yg sekarang
    ada, ujung bahu jalan, trotoar baru dah drainase.
    Kagak nyambung akhirnya air hujan bebas menggenangi
    jalan dan langsung rusak, langsung macet.
    Seyogyanya jalan dibuat cembung tdk datar agar air
    hujuan langsung ngalir kepinggir terus ke saluran.
    2. Antara kita sebagai pengguna jalan dgn pihak Peme-
    rintah ada kepentingan yg berbeda.
    Kita ingin jika jln rusak agar segera diperbaiki,
    tapi Pemerintah lain lagi kalau belum setahun tdk
    segera dapat diperbaiki karena anggaran pemelihara
    an cair setahun sekali.
    3. Imbauan kepada Organda Kota Bogor dan para Pemilik
    angkot jika mempekerjakan supir agar dilengkapi de
    ngan surat lamaran, standarisasi pendidikan, batas
    usia dan sebelum dinyatakan memenuhi syarat sebagi
    supir angkot dilakukan uji kelayakan, pengenalan
    terhadap rambu2 lalu lintas.
    Nah! mudah mudahan jika persaratan2 tsb.dilaksana
    kan, parkir sembarangan,ngambil penumpang sembara
    ngan, berhenti seenaknya itu sudah tdk terjadi la
    gi.
    4. Dihimbau kepada Bapak2 Polantas, bukan saja angkot
    nya yg kena Tilang jika terjadi pelanggaran, tapi
    penumpangnyapun ditilang jika ternyata menyebabkan
    kemacetan yg berpotensi terjadi kecelakaan.
    Tambahan informasi untuk Bapk2 Polantas demi tegak
    nya Undang Undang No. 14 Tahun 1992 tentang Lalu
    Lintas, agar anak2 dibawah Umur( dibawah 17 thn. )
    agar tidak mengendarai speda motor, maupun bawa
    kendaraan roda 4.
    Demikian untuk sementara yg dapat saya sampaikan seba
    gai Salam Perdana Saya selaku Pendapatang Baru di Blog ini.
    Billahi Taufik wal hidayah,
    Wassalam.
    rintah dlm hal ini


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: